Dampak Positif dan Negatif Chat GPT AI Terhadap Kecerdasan Intelektual

Parepare, Pandawa-5 | Fenomena tranding yang marak saat ini yaitu munculnya fitur fitur dari AI (Artificial Intelligence) yang dirilis oleh salah satu perusahaan Amerika, salah satu Aplikasi dari AI yaitu ChatGPT perangkat lunak yang dapat digunakan pengguna untuk mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa yang alami dan mudah dipahami dalam bentuk percakapan, dengan mendaftar menggunakan Akun Email dan nomor telfon dapat langsung menggunakan fitur tersebut.

Chat GPT Menjadi bahan perbincangan dan Prokontra di social media di kalangan pelajar dan mahasiswa, dikarenakan mudahnya mengakses jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sulit yang kerap di hadapi oleh pelajar dan mahasiswa, ChatGPT lebih cepat merespon dan menjawab Pertnyaan dengan detail, dapat diminta untuk menyimpulkan dan mempermudah tugas-tugas, oleh karena itu Chat GPT dapat mempengaruhi Kecerdasan intelektual.

See also  Adiarsa MJ Launching Lagu Perdana “Pandangan Cinta” Bergenre Popdan

Sebagai sebuah sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence), ChatGPT memiliki dampak positif dan negatif terhadap kecerdasan intelektual. Berikut adalah beberapa dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi:

Dampak Positif:
1. Akses ke Informasi: ChatGPT dapat memberikan akses instan ke berbagai informasi dan pengetahuan yang luas. Hal ini dapat membantu pengguna dalam memperluas pemahaman mereka tentang berbagai topik, mengakses referensi, dan menemukan solusi untuk masalah yang kompleks.
2. Pembelajaran Interaktif: ChatGPT dapat digunakan sebagai alat pembelajaran interaktif. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban yang dihasilkan oleh model. Proses interaksi dengan ChatGPT dapat membantu pengguna dalam memahami konsep-konsep yang rumit, menguji pemahaman mereka, dan memperdalam pengetahuan mereka melalui dialog yang terus berlanjut.
3. Pengembangan Keterampilan Berpikir: Berinteraksi dengan ChatGPT juga dapat membantu dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Dengan merumuskan pertanyaan yang tepat dan mengevaluasi jawaban yang diberikan, pengguna dapat melatih kemampuan mereka untuk memecahkan masalah dan mengasah keterampilan berpikir logis.

See also  Terima Bantuan dari BNPB, Bupati Adnan Berikan Langsung ke Kecamatan Terdampak

Dampak Negatif:

1. Ketergantungan dan Kesalahan Informasi: Ketergantungan terhadap ChatGPT dalam mendapatkan informasi dapat menyebabkan pengguna mengandalkan model secara berlebihan. Meskipun ChatGPT adalah sumber pengetahuan yang kuat, tetapi tidak dapat dianggap sebagai otoritas tunggal. Terkadang model dapat memberikan jawaban yang tidak akurat atau mengandung kesalahan, dan pengguna perlu melakukan verifikasi dan validasi tambahan.

2. Kelelahan Kognitif dan Kurangnya Kreativitas: Terlalu mengandalkan ChatGPT untuk menyelesaikan tugas-tugas berpikir atau merumuskan gagasan dapat mengurangi keleluasaan otak dan kreativitas seseorang. Kelelahan kognitif juga dapat terjadi jika pengguna terus-menerus bergantung pada ChatGPT sebagai sumber informasi utama, tanpa mengembangkan kemampuan berpikir mandiri.

3. Penyalahgunaan dan Manipulasi: ChatGPT dapat digunakan dengan tujuan yang tidak etis atau merugikan. Sistem ini bisa digunakan untuk menyebarkan disinformasi, menghasilkan konten yang merugikan atau menyesatkan, atau digunakan sebagai alat untuk melakukan manipulasi psikologis. Penting untuk memastikan penggunaan yang bertanggung jawab dan etis dari teknologi ini.

See also  Pentingnya Peran Keluarga Dalam Perkembangan Sosial

Penting untuk diingat bahwa ChatGPT adalah alat yang diciptakan oleh manusia dan memiliki keterbatasan serta kelemahan tertentu. Oleh karena itu, pengguna perlu menggunakan dan memahami keterbatasan teknologi ini dengan bijak serta melengkapi interaksi dengan sumber pengetahuan lainnya untuk mencapai kecerdasan intelektual yang holistik. (**)

 

Penulis:

Nurfatiah Zubaedah
E-mail: Nurfatiah411@gmail.com
Pendidikan Agama Islam
Institut Agama Islam Negeri Parepare

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img